Resume Materi Hari Pertama PKKMB UNUSA
Membangun Generasi Mahasiswa Tangguh: Karakter, Literasi Keuangan, dan Berpikir Kritis
Mahasiswa merupakan aset penting bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan. Oleh karena itu, pembinaan mahasiswa baru tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecerdasan finansial, dan kemampuan berpikir kritis. Tiga aspek ini saling terkait dan menjadi bekal utama bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi generasi tangguh, mandiri, serta siap berkontribusi bagi bangsa.
1. Karakter dan Kesadaran Berbangsa
Menurut Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D keberlangsungan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas dan karakter sumber daya manusianya. Indonesia yang kaya akan keragaman suku, budaya, agama, dan bahasa memerlukan kesadaran untuk menyatukan perbedaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan berbagai ideologi, sekaligus menjadi dasar moral kebangsaan.
Bahasa Indonesia pun menjadi simbol persatuan yang jenius, diakui secara internasional, dan mengikat keragaman bangsa. Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila serta mengembangkan sikap toleransi, saling menghargai, dan kesadaran bela negara, mahasiswa diharapkan mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi pribadi yang berkarakter kuat.
2. Literasi Keuangan sebagai Kunci Kesejahteraan
Selain karakter kebangsaan, mahasiswa unusa juga dituntut untuk cerdas dalam mengelola keuangan. Menurut Erisandy Yudhistira, masa kuliah adalah masa transisi, di mana mahasiswa mulai mengatur keuangan sendiri, baik dari uang saku, beasiswa, maupun penghasilan part-time. Literasi keuangan yang baik akan membantu mahasiswa menghindari utang konsumtif, mengatur pengeluaran, memiliki dana darurat, hingga menumbuhkan kebiasaan menabung dan berinvestasi.
Perguruan tinggi dapat mendukung dengan memasukkan literasi keuangan ke dalam kurikulum, menyediakan workshop, layanan konseling, serta membangun komunitas literasi keuangan. Mahasiswa pun perlu aktif mencari informasi, menerapkan manajemen keuangan pribadi, serta membangun mindset bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang. Dengan demikian, mereka tidak hanya sejahtera secara finansial saat kuliah, tetapi juga lebih siap menghadapi kehidupan setelah lulus.
3. Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Keterampilan penting lainnya adalah kemampuan berpikir kritis. Dr. Pulung Siswantoyo menekankan bahwa berpikir kritis membantu mahasiswa menganalisis informasi secara objektif, menilai secara logis, serta menemukan solusi yang tepat. Strategi untuk menumbuhkan kemampuan ini antara lain: mengembangkan rasa ingin tahu, menganalisis masalah dari berbagai perspektif, melatih penalaran logis, menggunakan kerangka kerja pemecahan masalah, mewaspadai bias kognitif, melakukan refleksi diri, serta aktif dalam diskusi.
Kemampuan berpikir kritis tidak datang secara instan, tetapi harus terus diasah melalui pembelajaran, praktik nyata, serta keterbukaan terhadap pandangan berbeda. Dengan keterampilan ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun persoalan kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Mahasiswa yang ideal bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, kecerdasan dalam mengelola keuangan, serta kemampuan berpikir kritis. Ketiga aspek ini akan membentuk generasi yang sejahtera secara holistik—finansial, akademis, mental, dan sosial—serta siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.
Lihat juga referensi blog teman saya : EstinKemalaSari
Website Fakultas : Fakultas Keperawatan dan Kebidanan
Media sosial Unusa

Komentar
Posting Komentar