Resume Materi Hari Kedua PKKMB UNUSA
Peran Mahasiswa, K3L, dan Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Indonesia memiliki cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara maju dengan kesejahteraan merata, SDM unggul, ekonomi kuat, dan pembangunan berkelanjutan. Untuk mencapainya, ada tiga pilar penting yang saling terkait: mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, penerapan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan), serta transformasi perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri 4.0.
1. Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diposisikan sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah. Mereka berperan sebagai penjaga tradisi keilmuan NU, agen moderasi beragama, pejuang kemaslahatan sosial, dan inovator dalam menjawab tantangan modern. Melalui kurikulum ke-NU-an, organisasi mahasiswa, hingga keterlibatan dalam kegiatan NU, mahasiswa dibentuk menjadi generasi yang moderat, toleran, dan siap membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat.
2. K3L sebagai Fondasi Indonesia Emas
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) merupakan investasi strategis, bukan sekadar aturan teknis. Penerapan K3L melahirkan pekerja yang sehat, aman, dan produktif, sekaligus mendorong efisiensi ekonomi serta daya saing global. Selain itu, K3L menjamin keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam agar pembangunan Indonesia tidak merusak masa depan. Dengan regulasi yang kuat, komitmen perusahaan, partisipasi pekerja, dan pendidikan K3L sejak dini, Indonesia dapat menciptakan SDM unggul dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
3. Transformasi Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Perguruan tinggi di Indonesia kini dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pembelajaran digital, integrasi kurikulum berbasis teknologi (AI, big data, IoT), dan pengembangan soft skills, kampus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri 4.0. Infrastruktur digital, kolaborasi internasional, serta penerapan learning analytics menjadikan perguruan tinggi pusat inovasi dan riset. Lebih jauh, perguruan tinggi juga mendorong lahirnya startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Kesimpulan
Ketiga aspek di atas saling melengkapi : mahasiswa sebagai generasi penerus yang berkarakter Aswaja, K3L sebagai fondasi perlindungan dan keberlanjutan, serta perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pencetak SDM unggul. Jika ketiganya berjalan beriringan, maka visi Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah tercapai: sebuah bangsa yang maju, adil, beradab, dan berkelanjutan.
Lihat juga referensi blog teman saya :
Website Fakultas : Fakultas Keperawatan dan Kebidanan
Media sosial Unusa

Komentar
Posting Komentar